![]() |
| Musyawarah Akbar bersama Majlis Pengasuh PPBU, Pengurus Yayasan PPBU, IKABU, FORMABU dan HIMA/IMA Se Indonesia |
Bagai sebuah benih yang ditamam, disirami setiap pagi dan senja, tumbuhlan kehidupan baru, tumbuhlah pohon yang dinanti buahnya. Begitulah barangkali FORMABU, bagai benih yang ditaman lalu tumbuh dan menumbuhkan akar-akar baru. Setelah FORMABU berdiri, tak lama mulai muncullah beberapa organisasi mahasiswa alumni Bahrul Ulum di beberapa daerah, bali, tuban, semarang dan tulungagung. Seperti lahirnya manusia di muka bumi, lahirnya organisasi cabang di masing-masing daerah memiliki reason tersendiri. Sayangnya saya pribadi tidak terlalu mengetahui secara mendalam apa reason dari berdirinya organisasi di beberapa daerah tersebut. Jika boleh sedikit percaya diri, saya hanya meyakini bahwa lahirnya beberapa organisasi tersebut juga berangkat dari berdirinya FORMABU sebagai organisasi pusat mahasiswa alumni Bahrul Ulum.
Dalam kurun waktu 22-25 Januari 2016 diadakan serangkaian acara diantaranya sosialisasi, sowan-sowan, ziarah makam masyayikh Bahrul ulum dan musyawarah akbar. Tahun ini serangkaian acara tersebut dikoordinatori oleh bolo Faidul Qodir (kodok) dari HIMMABA (cabang malang). Sejujurnya secara teknis pelaksanaan acara memang belum bisa dikatakan memuaskan, tapi bagi saya sudah cukup baik dan pantas mendapatkan apresiasi. Dari beberapa agenda tersebut yang ingin saya soroti adalah musyawarah akbar.
Musyawarah akbar ini dilaksanakan dengan peserta yang dihadiri oleh ketua umum YPPBU KH. Moh. Irfan Sholeh, ketua majelis pengasuh PPBU KH. Moh. Hasib Wahab, koordinator devisi humasy YPPBU KH. Abd. Latif, Lc, dewan para kyai PPBU KH. Fadlullah Malik, KH. Wahab Sholeh, KH. Abd. Rozaq, sekertaris jendral IKABU Dr. Ali Muttaqin, beberapa bu nyai, perwakilan BP/BK sekolah di bawah naungan YPPBU, dan para delegasi organisasi mahasiswa alumni Bahrul Ulum di bawah naungan FORMABU. Dalam musyawarah tersebut perwakilan masing-masing HIMA/IMA memberikan laporan tentang kegiatan, kendala dan potensi yang dimiliki. Dari beberapa laporan yang disampaikan, rata-rata HIMA/IMA memiliki masalah yang sama yaitu dukungan berupa dana dan masalah keorganisasian atau benturan organisasinya dengan beberapa organisasi luar. Seperti membaca surat cinta, bukankah lebih elok membicarakan keindahannya dulu, setuju?
Potensi yang dimiliki oleh beberapa HIMA/IMA cukup bergaam, mari memulainya dari barat. HIMABI (Jakarta) melaporkan bahwa kegiatan di daerahnya sudah cukup baik dengan dukungan dari para anggota IKABU Jabodetabek yang memiliki kegiatan rutin berupa khotmil qur’an, HIMABU (Jogjakarta) yang semakin berkembang dengan kader-kader dan kegiatan rutinitasnya, HIMKABU (Kediri) yang sudah melaksanakan rutinitas khotmil qur’an, HIMMABA (Malang) yang akan segera membuka komisariat di universitas brawijaya malang dan universitas islam malang, IMABAYA (Surabaya) yang sudah memiliki desa asuhan sebagai tempat pemberdayaan masyarakat setempat, HIMAJU (Jember) yang mulai membangun kembali jaringan alumni di daerahnya.
Jika dianalogikan sedang membaca koran, anggap saja begitu. Maka sekarang saatnya membaca berita mengenai kendala. Tidak semua HIMA/IMA dalam forum kemarin yang menyampaikan mengenai kendala. HIMABU (Jogjakarta) menyampaikan mengenai berkembangnya organisasi islam radikal di daerahnya yang mulai mengkhawatirkan, HIMKABU (Kediri) yang menyampaikan persepsi dari beberapa alumninya mengenai kekhawatiran dari beragamnya partai politik yang diikuti oleh para pengasuh, serta dari HIMAPUTA (Bali) mengenai konfrontasi amaliyah keislamannya dengan agama lokal yang mana mereka merasa membutuhkan bantuan berupa jaringan organisasi yang berbasis NU.
Seperti sebuah mobil yang berjalan dengan bahan bakar, setiap masalah yang dihadapi oleh HIMA/IMA coba dicari solusi kongkritnya. Maka dari musyawarah akbar kemarin melalui beberapa pendapat dari para pengasuh dan pengurus YPPBU maka diambil beberapa poin kebijakan:
- YPPBU akan menginstruksikan kepada seluruh organisasi mahasiswa alumni Bahrul Ulum di bawah naungan FORMABU untuk mendaftarkan organisasinya pada lembaga pemerintahan melalui notaris.
- YPPBU menginstruksikan kepada seluruh organisasi mahasiswa alumni Bahrul Ulum di bawah naungan FORMABU untuk membuka rekening perbankan sebagai sarana bantuan keuangan dari pihak YPPBU.
- Pendelegasian pengurus YPPBU dalam kegiatan-kegiatan seluruh organisasi mahasiswa alumni Bahrul Ulum di bawah naungan FORMABU.
- Diminta keikutsertaan seluruh organisasi mahasiswa alumni Bahrul Ulum di bawah naungan FORMABU dalam beberapa agenda kegiatan YPPBU.
Beberapa poin kebijakan tersebut tentunya akan memiliki kelebihan dan kekurangan yang nantinya akan berdampak pada FORMBABU dan organisasi terkait serta pada YPPBU. Saya dengan ketua umum FORMABU bolo Riris El-yusi juga sempat mendiskusikan bagaimana nantinya mengawal kebijakan yang telah diambil. Karena bagaimanapun fungsi control dalam kebijakan seperti ini cukup penting untuk dilakukan. Hanya saja kami belum menemukan sistem yang nantinya akan digunakan untuk fungsi controling dari kebijakan tersebut. Sedang follow up dari kebijakan tersebut masing dalam proses, saya hanya berharap bahwa dengan dikeluarkannya kebijakan tersebut akan membuat FORMABU dan organisasi di bawah naungannya dapat berjalan dengan lebih baik lagi. Barangkali ada saran silahkan, saya dan segenap pengurus FORMABU menantikan respon tersebut.
Jember, 27 Januari 2016


3 Komentar
Ada yg salah dalam penyebutan nami salah satu keluarga ndalem lur
BalasHapusyang siapa?
BalasHapusIMABAYA KEREN !!!!!!!
BalasHapus