FORMABU (Forum Mahasiswa Alumni Bahrul Ulum)adalah organisasi pusat yang menaungi organisasi mahasiswa alumni Bahrul Ulum yang telah terlebih dahulu berdiri di masing-masing daerah di Indonesia. Beberapa organisasi mahasiswa alumni Bahrul Ulum yang sudah terlebih dahulu berdiri sebelum FORMABU diantaranya, HIMMABA (Malang-Jawa Timur), IMABAYA (Surabaya-Jawa Timur), HIMABU (Jogjakarta-DIY), HIMAJU (Jember-Jawa Timur). HIMKABU (Kediri-Jawa Timur), HIMABI (Jakarta). FORMABU berdiri dari kongres kumpulan organisasi mahasiswa alumni Bahrul Ulum di masing-masing daerah, dan pada hari ahad tanggal 14 Juni 2015 FORMABU berdiri.
Dari kongres yang dilaksanakan di MA-BU waktu itu sempat ditemukan nama IKMABUN (Ikatan keluarga mahasiswa alumni bahrul ulum nusantara) sebagai nama pengganti dari FORMABU yang saat itu dianggap perlu diganti. Setelah kongres selesai nama pengganti itu di-sowan-kan kepada gus Taufiq Abdul Djalil selaku ketua umum IKABU (Ikatan keluarga alumni bahrul ulum) karena IKMABUN/FORMABU adalah badan otonom IKABU. Gus taufiq beranggapan bahwa nama FORMABU lebih fleksibel dari pada IKMABUN, dikarenakan redaksi ikatan dan himpunan sudah dipakai oleh beberapa organisasi mahasiswa alumni Bahrul Ulum di beberapa daerah. Dan menurut gus Taufiq kata nusantara sebaiknya dihilangkan karena berdirinya organisasi pusat mahasiswa alumni Bahrul Ulum ini nantinya diharapkan tidak hanya menanungi organisasi di Indonesia tapi juga seluruh dunia. Oleh karenanya organisasi pusat mahasiswa alumni Bahrul Ulum akhirnya kembali menjadi FORMABU.
Seperti organisasi yang baru berdiri, FORMABU memulai membentuk administrasi, struktur kepengurusan serta alat-alat lain sebagai de facto dari organisasi. FORMABU didirikan dengan fungsi untuk menjembatani organisasi mahasiswa alumni Bahrul Ulum di masing-masing daerah dengan YPPBU (Yayasan pondok pesantren bahrul ulum). Diakui atau tidak, organisasi mahasiswa alumni Bahrul Ulum di masing-masing daerah sebelum berdirinya FORMABU bisa dikatakan memiliki hubungan yang kurang baik dengan YPPBU. Banyak individu beranggapan bahwa organisasi mahasiswa alumni Bahrul Ulum di masing-masing daerah dirasa kurang sopan entah itu dari segi attitude secara personal maupun kelompok. Anggapan ini muncul tentu bukan tanpa sebab, para alumni yang dahulunya adalah santri telah mendapatkan pendidikan secara moral dan spiritual berbasis syariah islam ahlussunnah wal jamaah di pondok pesantren Bahrul Ulum. Oleh karenanya attitude dalam konteks ini cukup menjadi perhatian.
Selain itu tumbuh kesadaran di dalam pihak pengurus YPPBU bahwa sejatinya para alumni entah itu mahasiswa atau non-mahasiswa adalah pioner dari perkembangan dan syiar Bahrul Ulum di luar jangkauan YPPBU. Melihat pemetaan fungsi organsasi berdirinya IKABU adalah sebuah wujud pengharapan bahwa alumni bisa lebih dikoordinasikan, dan tetap terjalin silaturahim dengan Bahrul Ulum. Selain itu kesadaran bersama bahwa perkembangan paham islam radikal di Indonesia juga mulai marak, apalagi sasaran empuk organisasi semacam itu tidak lepas dari para akademisi maka berdirinya FORMABU dan IKABU secara umum, serta peran organisasi mahasiswa alumni Bahrul Ulum di masing-masing daerah pada khususnya diharapkan dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Sejauh ini dalam menjalankan fungsionalnya FORMABU cukup kesulitan, menurut pendapat pribadi kesulitan itu lahir dari tingkat ekspektasi yang belum bisa sepenuhnya dipenuhi oleh FORMABU sebagai organisasi pusat yang baru saja berdiri. Sebenarnya jika mau beralasan bahwa jarak menjadikan komunikasi antar organisasi cabang dengan pusat sebagai alasan maka itu cukup tidak bisa diterima. Karena di era modern seperti sekarang ini terlampau banyak fasilitas yang bisa dimanfaatkan, tapi apakah efektif? Jawaban saya tentu tidak. Efektivitas dari pola komunikasi jarak jauh di dalam FORMABU sendiri belum bisa dikategorikan sebagai komunikasi yang efektif, melalui whatsapp komunikasi antar pengurus sudah dibangun. Hanya saja partisipasi dari model komunikasi ini kurang bisa diterima dengan baik, meminjam bahasa Andrea Hirata. “Dibutuhkan lebih dari sebuah fasilitas untuk membawa manusia ke era modern” Dan kendala ini masih dicoba untuk diperbaiki, sedikit demi sedikit tentunya.
Organisasi adalah salah satu tempat manusia mengembangkan diri dalam suatu kelompok. Sisi individu manusia akan diuji di dalam suatu kelompok yang terorganisir, kelebihan dan kekurangan dari setiap personal akan coba diselaraskan di dalamnya. Bagai penambang, manusia akan menggunakan kelebihannya untuk mencoba menemukan emas di dalam dirinya, dan bekerjasama dengan orang lain atas kekurangannya yang mungkin menjadi kelebihan orang lain.Dari kongres yang dilaksanakan di MA-BU waktu itu sempat ditemukan nama IKMABUN (Ikatan keluarga mahasiswa alumni bahrul ulum nusantara) sebagai nama pengganti dari FORMABU yang saat itu dianggap perlu diganti. Setelah kongres selesai nama pengganti itu di-sowan-kan kepada gus Taufiq Abdul Djalil selaku ketua umum IKABU (Ikatan keluarga alumni bahrul ulum) karena IKMABUN/FORMABU adalah badan otonom IKABU. Gus taufiq beranggapan bahwa nama FORMABU lebih fleksibel dari pada IKMABUN, dikarenakan redaksi ikatan dan himpunan sudah dipakai oleh beberapa organisasi mahasiswa alumni Bahrul Ulum di beberapa daerah. Dan menurut gus Taufiq kata nusantara sebaiknya dihilangkan karena berdirinya organisasi pusat mahasiswa alumni Bahrul Ulum ini nantinya diharapkan tidak hanya menanungi organisasi di Indonesia tapi juga seluruh dunia. Oleh karenanya organisasi pusat mahasiswa alumni Bahrul Ulum akhirnya kembali menjadi FORMABU.
Seperti organisasi yang baru berdiri, FORMABU memulai membentuk administrasi, struktur kepengurusan serta alat-alat lain sebagai de facto dari organisasi. FORMABU didirikan dengan fungsi untuk menjembatani organisasi mahasiswa alumni Bahrul Ulum di masing-masing daerah dengan YPPBU (Yayasan pondok pesantren bahrul ulum). Diakui atau tidak, organisasi mahasiswa alumni Bahrul Ulum di masing-masing daerah sebelum berdirinya FORMABU bisa dikatakan memiliki hubungan yang kurang baik dengan YPPBU. Banyak individu beranggapan bahwa organisasi mahasiswa alumni Bahrul Ulum di masing-masing daerah dirasa kurang sopan entah itu dari segi attitude secara personal maupun kelompok. Anggapan ini muncul tentu bukan tanpa sebab, para alumni yang dahulunya adalah santri telah mendapatkan pendidikan secara moral dan spiritual berbasis syariah islam ahlussunnah wal jamaah di pondok pesantren Bahrul Ulum. Oleh karenanya attitude dalam konteks ini cukup menjadi perhatian.
Selain itu tumbuh kesadaran di dalam pihak pengurus YPPBU bahwa sejatinya para alumni entah itu mahasiswa atau non-mahasiswa adalah pioner dari perkembangan dan syiar Bahrul Ulum di luar jangkauan YPPBU. Melihat pemetaan fungsi organsasi berdirinya IKABU adalah sebuah wujud pengharapan bahwa alumni bisa lebih dikoordinasikan, dan tetap terjalin silaturahim dengan Bahrul Ulum. Selain itu kesadaran bersama bahwa perkembangan paham islam radikal di Indonesia juga mulai marak, apalagi sasaran empuk organisasi semacam itu tidak lepas dari para akademisi maka berdirinya FORMABU dan IKABU secara umum, serta peran organisasi mahasiswa alumni Bahrul Ulum di masing-masing daerah pada khususnya diharapkan dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Sejauh ini dalam menjalankan fungsionalnya FORMABU cukup kesulitan, menurut pendapat pribadi kesulitan itu lahir dari tingkat ekspektasi yang belum bisa sepenuhnya dipenuhi oleh FORMABU sebagai organisasi pusat yang baru saja berdiri. Sebenarnya jika mau beralasan bahwa jarak menjadikan komunikasi antar organisasi cabang dengan pusat sebagai alasan maka itu cukup tidak bisa diterima. Karena di era modern seperti sekarang ini terlampau banyak fasilitas yang bisa dimanfaatkan, tapi apakah efektif? Jawaban saya tentu tidak. Efektivitas dari pola komunikasi jarak jauh di dalam FORMABU sendiri belum bisa dikategorikan sebagai komunikasi yang efektif, melalui whatsapp komunikasi antar pengurus sudah dibangun. Hanya saja partisipasi dari model komunikasi ini kurang bisa diterima dengan baik, meminjam bahasa Andrea Hirata. “Dibutuhkan lebih dari sebuah fasilitas untuk membawa manusia ke era modern” Dan kendala ini masih dicoba untuk diperbaiki, sedikit demi sedikit tentunya.


0 Komentar