Inklusif Pemikiran dan Akhlak Santri di Era Sekarang
Santri era modern tentu banyak mencuri perhatian publik saat ini. Bukan hanya prestasi di bidang spiritualnya saja, baik akademik dan non akademik para santri mampu mendongkrak konstribusi mereka terutama untuk kemajuan bangsa. Namun, tanpa kita sadari tak sedikit dari beberapa orang di Indonesia yang masih memandang sebelah mata mengenai kehidupan sehari-hari seorang santri.
Jika kita telaah lebih dalam lagi, santri zaman sekarang dan zaman dahulu sudah mengalami banyak perbedaan. Baik dalam hal pemikiran, gaya hidup, makanan, minuman, dan masih banyak lagi. Memang tak bisa dipungkiri, kini santri juga tak bisa dikatakan manusia yang ketinggalan zaman.
Karena sudah banyak pondok pesantren yang memakai sistem semi modern, yang mana di dalam pondok pesantren tersebut sudah terfasilitasi dengan alat-alat elektronik yang akan menunjang pembelajaran dan sekaligus menjadi hiburan bagi para santri. Baik untuk pembelajaran secara akademik maupun non akademik.
Disamping itu, ada juga ekstrakurikuler yang mana tak kalah pentingnya untuk mendukung bakat-bakat terpendam yang dimiliki tiap santri. Mulai dari ekstrakurikuler yang bersifat seni, maupun keagamaan.
Tak hanya itu, kini santri dapat berlomba-lomba untuk menunjukkan keahlian mereka dengan mengikuti berbagai ajang perlombaan. Bahkan sudah banyak ditemukan santri-santri yang juga ahli dalam dunia politik, debat, karya tulis ilmiah, pidato berbagai bahasa, dsb.
Hal tersebut menunjukkan bahwa di zaman millenial ini, seorang santri dituntut untuk mampu dalam segala bidang. Tak lupa untuk selalu berdo’a dan istiqomah dalam melaksanakan ibadah, santri juga selalu berusaha untuk tirakat. Seperti puasa senin-kamis, sholat tahajjud, sholat dhuha, sholat rawatib, dsb. Setiap hari para santri juga selalu memegang teguh dengan akhlakul karimahnya, karena mereka tau bahwa “al adabu fauqol ‘ilmi” adab itu diatas ilmu. Maksudnya adalah sia-sia bagi mereka yang berilmu akan tetapi tidak ber akhlak dengan baik.
Oleh karena itu, pentingnya akhlak bagi santri bukan sekedar sebuah pion seorang santri, tetapi akhlak juga di perlukan sebagai penyeimbang pemikiran-pemikiran yang moderat dan terbuka seorang serta agar mampu bersanding dengan kehidupan modern saat ini, dan sebagai pondasi kokoh keimanan seorang santri yang mau atau sudah terjun ke jalannya masing-masing.
Selain itu, dengan adanya penyeimbang antara Inklusif pemikiran dan akhlak santri di zaman modern ini dapat membuka pemikiran masyarakat awam terhadap santri, bahwa santri sekarang juga mampu bersaing di kancah dunia, tetapi tidak melupakan prinsip, nilai dan norma agama.


0 Komentar