Ticker

6/recent/ticker-posts

Pendidikan Ala Pesantren Selama Pandemi



https://scroll.in/article/965662/what-is-a-quarantine-bubble-and-how-can-you-build-one

Homo Homini socius, manusia menjadi sahabat bagi manusia lainnya sehingga mengindikasikan bahwa manusia tidak bisa terlepas dari kegiatan social. Sejak akhir tahun 2019 kegiatan tersebut harus dibatasi karena adanya corona virus desease (COVID- 19) pasalnya segala aspek kehidupan tidak bisa terlepas dari kata social khususnya dalam bidang pendidikan.  Akhirnya pada bulan Juli 2020 banyak daerah yang mulai menerapkan New Normal Style yang mana kita diperbolehkan untuk melakukan kegiatan yang seperti biasanya dengan tetap mengikuti protocol kesehatan.
Dunia pendidikan Indonesia saat ini mengalami perubahan yang sangat drastis. Dimana kegiatan belajar mengajar biasanya dilakukan secara tatap muka berubah dengan kegiatan yang bersifat Online Learning. Hal ini dilakukan demi menekan penyebaran COVID-19 di Indonesia yang tak kunjung turun, Namun apakah kegiatan belajar mengajar yang dilakukan secara Online Learning selama ini sudah mencapai indicator dan tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan?
            Beberapa riset telah dikemukakan bahwa kendala terbesar pembelajaran Online Learning yang dialami oleh peserta didik yakni kesenjangan digital (digital divide). Kesenjangan digital didefinisikan OECD sebagai kesenjangan antara individu, bisnis, maupun rumah tangga dalam mengakses teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan penggunaan internet. Apalagi daerah daerah pelosok yang infrastuktur pendidikan dan internetnya masuk kedalam kategori kurang memadai. Kendala selanjutnya adalah kesenjangan Keterampilan, kesenjangan keterampilan tidak hanya dialami peserta didik namun juga pendidik, Keterampilan konten berkaitan dengan kemampuan mencari dan mengolah informasi, mendesain atau membuat produk tertentu. Hal ini berkaitan erat dengan partisipasi digital dan pendidikan, secara umum penggunaan perangkat TIK (laptop, tablet, dan telepon pintar) lebih banyak digunakan untuk fungsi komunikasi.
            Menteri Pendidikan sendiri telah memberikan solusi untuk mengatasi hal tersebut diantaranya dengan adanya pelatihan guru, bekerja sama dengan pihak TVRI untuk memberikan akses lebih ke peserta didik terkait materi pembelajaran dengan tujuan meringankan kesenjangan kesenjangan yang ada, dan sebagainya. Namun ada solusi lain yang patut dicoba yakni KBM (kegiatan belajar mengajar) Door to Door. KBM Door to Door sendiri memanfaatkan quarantine bubble menjadi dunia pendidikan mereka. Jika dalam suatu desa tidak ada yang positif terhadap COVID-19 bisa dilakukan dalam lingkup desa, atau dikerucutkan lagi hingga lingkup RT/RW. Dikhawatirkan ketika kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara full Online Learning membuat peserta didik akan menjadi pecandu elektronik, anti social, dan apatis terhadap lingkungannya.
            Pada dasarnya kebanyakan pondok pesantren saat ini sudah mulai membangun quarantine bubble mereka, dengan mengembalikan sebagian santri kepondok untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar agama seperti sedia kala. Hal ini mengindikasikan bahwa pentingnya tatap muka dalam kegiatan belajar, karena ada hal yang tidak bisa tersalurkan melalu Online Learning, yakni NILAI, seperti proses pendewasaan sosial, budaya, etika, dan moral yang hanya bisa didapatkan dengan interaksi sosial di suatu area pendidikan.

Sekretaris 1 FORMABU

Selengkapnya cek di Channel Youtube kami FORMABU OFFICIAL
Silahkan Order Buku buku lainnya 
dihalaman Index Website www.FORMABU.com


Reactions

Posting Komentar

0 Komentar

Ad Code

Responsive Advertisement