Kegiatan Ngoseek (Ngobrol Aseek) ini merupakan diskusi online ala
formabu bersama cak gingsul dan gus hakam (penulis buku Bhinneka tunggal santri) yang
dilakukan pada tanggal 16 Mei 2020. Dalam diskusi ini bertujuan menambah wawasan kita tentang strength,
weakness, opportunity dan treat kita sebagai insan kamil khususnya
santri agar kita lebih siap ketika pandemic ini berakhir
dan menjadi bekal kita ketika wabah ini akan terjadi lagi suatu saat nanti. Serta
menambah harapan, bahwa masih banyak peluang peluang yang perlu kita fikirkan
dan eksekusi agar kita bisa bergerak maju dan berkembang sebagai santri bahrul
ulum tambakberas jombang.
Ngoseek ini dimoderatori oleh Intan budiana P, seorang mahasiswi
pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya selaku SEKJEN FORMABU. Diskusi diawali
dengan pemaparan pemateri bahwasannya saat pandemic ini banyak dari aspek
kehidupan seperti social, ekonomi, bahkan pendidikan yang sebelumnya tidak lepas
dari proses interaksi berubah. Keseluruhan aspek tersebut menuntut kita untuk
berimigrasi dari dunia nyata ke dunia maya. Tidak bisa dipungkiri karena
kebijakan pemerintah saat ini adalah pembatasan interaksi social semaksimal
mungkin dengan harapan mampu meminimalisir penyebaran COVID-19.
Dari disksusi kali ini dapat diambil benang merah bahwa kita
memiliki Strength, kita memiliki Karakter Santri. Mengutip dawuh
KH.Musthofa Bisri bahwasannya santri masih memiliki Ar-ruhu Ad-da’wah. Yaitu
santri masih memiliki semangat untuk mengajak dalam hal hal yang berbau social seperti
silaturrohim, saling tolong menolong, masih memikirkan kesejahteraan di
lingkungan sekitar dan segala hal dalam konteks kebaikan.
Weakness, adanya degradasi mental dengan
ditunjang dengan ketakutan ketakutan tanpa adanya harapan harapan yang ada di
media social sehingga yang awalnya hanya fisik yang dikarantina malah fikiran
dan batin ikut terkekang.
Opportunity, seperti
perkataan orang orang dahulu “tubuh boleh dipenjara namun pemikiran dan ide tak
mampu terpenjara” hal ini ditunjang oleh pemaparan gus hakam “ justru saat ini
adalah momen untuk kita memunculkan ide ide bersifat jangka panjang yang
akan direalisasikan , khususnya seorang santri yang telah dituntut sejak lama
untuk mandiri ekonomi, mandiri pendidikan, dsb. Cak gingksul menambahi, kita
perlu untuk membudayakan kembali kegiatan kegiatan yang bersifat social yang
akhir akhir ini telah direnggut dari kehidupan kita, yang mana kegiatan berbau social
ini akan lebih terasa essensinya pasca pandemic ini berakhir.
Treat, dalam hal ini ancaman yang akan
kita hadapi adalah tidak mampunya kita untuk keluar dari comfort zone yang mana
saat ini kita dituntut untuk serba rebahan sehingga enggan keluar ke zona yang
penuh resiko untuk mencari potensi potensi yang akan mengintegrasikan skill dan
pengalaman bagi diri.
Pada diskusi kali bukan untuk melahirkan suatu ide yang bersifat tekhnis. karena hal tersebut akan berubah seiring berbedanya waktu dan letak geografis seseorang atau organisasi. Namun kesempatan kali ini lebih berorientasi terhadap stimulus bagi santri bahwa masih banyak hal yang perlu dikoreksi dalam proses analisis diri dan analisis sosial. Setelah kita mengetahui weakness dan treat yang akan kita hadapi
pasca pandemic memunculkan beberapa hal yang solutif diantaranya : Pertama
untuk deep filter information yang kita dapatkan dan tidak serta merta membagikan
informasi yang bahkan kita tidak mengetahui kebenaran hal tersebut. Kedua, memberikan
motivasi serta harapan secara mikro dan makro agar ketakutan ketakutan yang ada
baik dalam diri dan orang lain mereda. Ketiga adalah menjadikan rebahan kita
saat ini menjadi perubahan yang akan datang. Jangan sampai terkekang dengan rebahan
yang membuat kita halu sehingga takut untuk mencoba hal hal baru yang akan kita
temui dipersimpangan kehidupan.
Ngoseek ini ditutup dengan statement dari pemateri yang pertama, jangan
sampai menyerah, jangan sampai putus asa, tetap memiliki semangat berani hidup
bahwa kita sebagai pemuda jangan sampai malah menjadi beban. Karena masa depan
bangsa besok adalah tanggungan kita hari ini. Closing statement kedua, Kita jangan
menjadi pribadi yang menutup pikiran, mata, hati, dan telinga karena fisik kita
dibatasi, kita harus bisa memunculkan power yang selama ini belum kita ketahui
khususnya kita sebagai santri
Hakka Ahmadia Mustawa
Selengkapnya cek di Channel Youtube kami FORMABU OFFICIAL
Silahkan Order Buku Bhinneka tunggal santri dan buku lainnya
dihalaman Index Website www.FORMABU.com


1 Komentar
mantap slur
BalasHapus