Ticker

6/recent/ticker-posts

Pelantikan Pengurus Formabu 2020-2022. Khoirur Rifqi : Wajah Baru, Gebrakan Baru

Jombang - .Pada tanggal 8 Maret 2020 pengurus Formabu periode 2020-2022 mengadakan pelantikan dan rapat kerja (raker) di Aula Ma'had Aly yayasan Pondok Bahrul 'Ulum Tambakberas. Acara ini menandakan tongkat estafet kepemimpinan sudah berjalan kali ke tiga dalam tubuh Formabu. Pada pelantikan kali ini dihadiri oleh Majlis Pengasuh Pondok Pesantren bahrul Ulum KH. Hasib wahab, ketua IKABU (ikatan keluarga alumni Bahrul 'Ulum), KH. Taufiq Abdul Jalil beserta istri. Turut hadir juga jajaran pembina Formabu Bapak Ali Muttaqin (Sekjen IKABU), bapak Faizun, dan juga KH. Mujib Adnan. Dalam sambutanya, KH. Taufiq Djalil berpesan tentang pentingnya menjaga keberlangsungan organisasi semacam formabu ini, sebab dengan adanya formabu harapan terjaganya para alumni dari cemaran polusi sosial dan berlangsungnya da'wah aswaja an-nahdiyah di lingkungan kampus dapat terwujud.
          
 


Acara pelantikan berlangsung dari pukul 14.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB. Selain pengurus Formabu, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari beberapa anggota seluruh Hima/ima. Meski ada beberapa hima yang absen, hal ini tidak mengganggu berjalanya acara dengan lancar dan syahdu. Pada puncak acara, KH. Taufiq langsung yang memberi pelantikan sebagai peresmian amanah kepengurusan tahun 2020-2022 yang di nahkodai oleh Hakka Ahmadia Mustawa.
Selesai pelantikan, dilanjutkan dengan acara rapat kerja (raker). Sebelum raker dimulai, terlebih dahulu pengurus formabu diberi siraman rohani dan motivasi oleh salah satu dewan keluarga Formabu, mas Lutfi Ghozali. Penulis buku nyarkub menyulam silam ini mengingatkan para pengurus bahwa niat awal dan primer dalam berorganisasi di bumi Bahrul 'Ulum adalah satu, khidmat masyayikh. Harapanya supaya luberan barokah bisa mengalir melalui pikiran dan kringat kita dalam menjalankan roda organisasi. Adapun niat-niat lain yang sekunder, misal menyebar jaringan koleksi bakal calon pendamping hidup, monggo-monggo saja. Yang penting niat primer sudah dikantongi.
Setiap kepengurusan pasti punya satu tujuan utama yang menjadi konsentrasi pokok yang harus terwujud dalam pelayaran organisasi. Seperti yang disampaikan oleh ketua Formabu periode pertama, Riris Elyusi, bahwa target utama pada masa kepengurusannya adalah perbaikan internal organisasi. Hal ini pun berjalan sampai periode ke dua yang dinahkodai oleh mas Wahyu Fadhli Pribadi. Oleh karena dirasa cukup untuk perbaikan internal selama dua periode, pada kepengurusan periode ke tiga ini mencoba keluar membuat inovasi dengan target utama adalah perbaikan kegiatan-kegiatan hima/ima. Arahnya adalah bagaimana agar hima/ima dapat melangsungkan kegiatan dengan rapi dan tentunya lebih berbobot.
Ada dua usulan progam utama yang akan di eksekusi oleh kepengurusan kali ini. Pertama pelatihan Leadership. Pelatihan ini sebagai satu pintu kaderisasi mahasiswa alumni Bahrul 'Ulum dengan model dan muatan yang seragam disemua cabang hima/ima. Adapun muatan materi pokok dalam pelatihan ini sebagian diantaranya adalah ke-Bahrul 'Ulum-an dan ke-NU-an. Output dari materi ini adalah penyadaran sekaligus penanaman kebanggan dan rasa tanggungjawab sejak dini untuk para anggota baru hima/ima bahwa, "aku adalah santri Bahrul 'Ulum yang melanjutkan tholabil ilmi di kampus ini dan aku adalah warga NU yang belajar di lingkungan kampus ini". Sebab secara umum telah mafhum diketahui bahwa adanya kesadaran, kebanggaan dan rasa tanggungjawab terhadap atribut yang menempel di dalam diri seseorang maka akan menimbulkan reaksi psikologis yang akan bekerja memunculkan sikap untuk menjaga tindakan agar sesuai dengan gari-garis ketentuan dalam atribut tersebut. Paling tidak, minimal, menjaga dari tindakan yang dapat mencoreng marwah atribut tersebut. Contoh sederhana seperti ini, jika anda sadar dan bangga sebagai anak kiyai, apa lantas kemudian anda mau untuk mencuri, mabuk dan berzina? Apa anda cuma berdiam diri melihat orang bodoh koar-koar berbicara agama dengan lantang lalu menghina-hina para ulama' dan kiyai? Apa anda tega melihat masyarakat yang gagap agama dan sosial?. Ini baru satu tema materi pada latihan leadership yang akan digagas, tema-tema materi lain pun masih banyak.
Usulan progam kedua sebagai senjata utama kepengurusan periode kali ini adalah kelas pemikiran mbah wahab hasbullah yang disingkat (KPMW). Kegiatan ini sudah diinisiasi oleh cabang Himabi jakarta namun masih dirasa banyak kekurangan termasuk masalah kedalaman dan ketajaman data dan analisa. Oleh karena itu Formabu mencoba memasalkan untuk kegiatan seluruh cabang hima/ima. Secara sederhana KPMW hanya ingin memberikan pengenalan lebih jauh tentang sosok mbah wahab hasbullah kepada para anggota hima/ima. Selain sebagai salah satu masyayikh Bahrul' Ulum, mbah Wahab juga merupakan tokoh global. Beliau pernah terlibat negoisasi langsung dengan raja Sa'ud di Makkah untuk menyelamatkan nasib umat muslim seluruh dunia agar tetap bisa berziarah ke Makam nabi Muhammad. Beliau juga aktif dalam kemerdekaan Indonesia lewat gagasan pribadinya dan tentunya mahakarya organisasi yang luar biasa besarnya, Nahdhatul Ulama'. Dalam percaturan politik orde lama dan orde baru beliau banyak memberikan ijtihad politik kebangsaan yang berasaskan maslahah. Masih banyak lagi hal-hal yang dapat digali dari kekayaan gagasan dan kedalaman pribadi mbah wahab yang patut untuk diteladani. Jadi secara sederhana, sebelum para anggota hima/ima jatuh cinta dengan tokoh fenomenal yang dikenal saat di kampus, misal hasan hanafi, nasr hamid, karl max, nitze, dll, JATUH CINTALAH DULU PADA MBAH WAHABMU.
Tentunya kegiatan KPMW dan pelatihan leadership ini masih dalam tahap proses penyusunan silabus yang akan dimasalkan. Semoga bisa berjalan lancar dan cepat terealisasi. Selain pelatihan leadership dan KPMW yang akan digagas, kepengurusan periode ini juga tetap berkomitmen menjaga progam-progam yang telah ada sebelumnya. Meminjam salah satu prinsip utama di lingkungan NU, "mukhofadhotu 'ala qadimis sholih, wal akhdu bil jadidil ashlah", kepengurusan periode ini tetap menjaga kelangsungan kegiatan baik yang telah berjalan pada periode sebelumnya dan mengambil inovasi kegitan baru yang lebih baik.




A.Khoirur Rifqi S.Ag
Ketua Formabu bid.Pengembangan Organisasi

Reactions

Posting Komentar

0 Komentar

Ad Code

Responsive Advertisement