Pandemi
covid-19 yang telah menjangkit negara bahkan dunia selama berbulan-bulan
lamanya, menyisakan banyak luka menganga. Luka yang terlampau serius itu menjangkit
berbagai sektor yang ada. Ekonomi, kesehatan, dan sistem negarapun tak luput
dari serangan pandemi covid-19. Negarapun sempat kewalahan untuk meminimalisir dampak
yang semakin hari semakin meluas. Pemerintah berkonsentrasi untuk mengkorelasikan
antara kebutuhan ekonomi dan kesehatan, sebab keduanya merupakan faktor penting
yang memengaruhi nyawa manusia. Terlepas dari peran pemerintah untuk
menanggulangi benyebaran pandemi, beberapa langkah mandiri juga muncul dari
beberapa lini anak negeri untuk membantu negara mengentaskan masalah pandemi.
Forum Mahasiswa
Alumni Bahrul 'Ulum (FORMABU) yang berangkat dari sektor santri tak luput melakukan
aksi atau tindakan nyata dalam membantu negara. FORMABU yang dalam hal ini merupakan
sebuah organisasi ekstra kampus yang notabene tidak ada basic apapun yang
mengarah kepada dunia kesehatan dan ekonomi, tetap berusaha untuk membantu
polemik yang sedang melanda negeri. Atas dasar dari salah satu tri dharma
perguruan tinggi yang menyebutkan bahwa seorang mahasiswa harus melakukan
pengabdian kepada masyarakat. Juga atas dasar FORMABU yang berangkat dari rahim
ibu yang sama, yaitu rahim Pesantren Bahrul 'Ulum, maka meminjam kalimat dari
Sekretaris Jenderal FORMABU, seduluri Intan Budiana Putri, mengatakan bahwa perlu
adanya tindakan berupa pengamalan atas kodrat manusia yang Hablun Min An-Nas
atau hubungan manusia dengan manusia yang lain, serta upaya untuk mencegah Halaka
atau kerusakan dengan cara Hifdun An-nas atau menjaga diri dengan cara mematuhi
ulul amri dalam hal ini adalah pemerintah.
Atas beberapa
landasan tanggung jawab itulah, FORMABU mengadakan aksi galang dana melalui
media daring dan mengusung gerakan dengan tagar #donasidarirumah. Aksi galang
dana tersebut tercatat dimulai sejak tanggal 01-15 April 2020. Dengan
memanfaatkan para anggotanya yang tersebar hampir diseluruh Indonesia, FORMABU
dengan gencar melakukan aksi galang melalui media daring. Dalam proses
pengumpulan dana, FORMABU tak luput dari segala kendala yang melanda. Salah
satu kendala adalah kesibukan kegiatan dari tiap anggota dan pengurus harian
FORMABU itu sendiri. Kegiatan aksi galang ini mendapatkan respon yang baik dari
Ikatan Keluarga Alumni Bahrul 'Ulum (IKABU) dan dari Pondok Pesantren Bahrul
'Ulum Tambakberas Jombang selaku pengayom dari para alumni mahasiswa ini. Sehingga
dalam prosesnya tak jarang beberapa alumni yang menduduki kursi pemerintahan menggelontorkan
sumbangan yang tidak sedikit, hingga pada akhirnya dana yang terkumpul berhasil
menyentuh nominal yang tidak sedikit. Selain menerima sumbangan dalam bentuk
nominal uang, FORMABU juga menerima sumbangan berupa alat penunjang kesehatan
atau alat pelindung diri, dan itupun juga mendapatkan jumlah yang tidak
sedikit.
Dana dan APD
yang telah terkumpul tersebut kemudian disalurkan ke beberapa lembaga
pemerintah maupun beberapa organisasi kemasyarakatan yang telah bekerja sama
dengan FORMABU sebelumnya. 'Untuk mempermudah penyaluran dan pendistribusian,
juga sebagai tindakan mematuhi protokol kesehatan yang telah dikeluarkan oleh
pemerintah', kata Ketua Umum FORMABU, Haka Ahmadia ketika ditanya akan alasannya
bekerja sama dengan beberapa elemen masyarakat. Beberapa lembaga yang disaluri bantuan
diantaranya adalah RSUD Jombang, Fatayat NU Jombang, serta Masjid Agung Jombang.
Ketiganya diharapkan menjadi kepanjangan tangan dari FORMABU dalam hal
penyaluran bantuan APD untuk masyarakat dan tenaga kesehatan. Sehingga hasil
dari penggalangan dana tersebut bisa tersalurkan secara optimal.
Jika dilihat
dari visi dan tujuan organisasi, FORMABU tidak memiliki satupun visi yang
mengarah kepada ranah medis. Namun, jika berbicara tentang pandemi yang
mendatangi negeri, alangkah sempitnya jika kita menganggap persoalan ini hanya
sebatas persoalan kesehatan semata. Pandemi ini lebih mengarah kepada persoalan
kemanusiaan. Sebab, tidak bisa dipungkiri, berapa banyak masyarakat yang perekonomiannya
terganggu akibat pandemi ini, berapa banyak buruh yang terkena PHK atau
pemotongan upah, dan berapa banyak masyarakat yang merenggut nyawa akibat keterbatasan
alat pelindung diri. Terlepas dari beberapa landasan tanggung jawab yang telah
dijabarkan diatas tadi, FORMABU pada dasarnya telah menunaikan bhaktinya. Tidak
hanya sebagai santri, bukan juga sebagai mahasiswa, namun lebih dari itu,
landasan yang paling surgawi dan dapat diterima oleh akal sehat kita semua
adalah kita manusia yang simpati terhadap manusia lainnya.
Tidak ada
yang patut disalahkan atas datangnya pandemi ini. Semua orang agaknya tidak
mengharapkan pandemi ini menjamah negeri. Pun orang-orang yang beberapa hari
terakhir masih mangkir dari himbauan pemerintah untuk tidak keluar rumah,
mereka tidak bersalah, mereka hanya berusaha memenuhi kebutuhannya sebagai
manusia. Jika boleh meminjam petuah dari Albert Camus bahwa 'Sesungguhnya
manusia tidak sama sekali bersalah, karena ia tidak memulai sejarah. Tapi juga
tidak sama sekali tanpa salah, karena ia meneruskan sejarah.' Pada akhirnya
secara keseluruhan, apapun golongan kita, apapun gelar kita, kita hanyalah
manusia. Manusia yang tetap harus menengadah ke langit, namun tidak pernah lupa
menginjak tanah. Tidak pernah lupa akan kodratnya sebagai manusia yang
bersosial.
Wahyu F. Pribadi S.H
(Dem.Ketua Umum Formabu 2018-2020)


0 Komentar