Ticker

6/recent/ticker-posts

BAKTI SANTRI MELAWAN PANDEMI

Pandemi covid-19 yang telah menjangkit negara bahkan dunia selama berbulan-bulan lamanya, menyisakan banyak luka menganga. Luka yang terlampau serius itu menjangkit berbagai sektor yang ada. Ekonomi, kesehatan, dan sistem negarapun tak luput dari serangan pandemi covid-19. Negarapun sempat kewalahan untuk meminimalisir dampak yang semakin hari semakin meluas. Pemerintah berkonsentrasi untuk mengkorelasikan antara kebutuhan ekonomi dan kesehatan, sebab keduanya merupakan faktor penting yang memengaruhi nyawa manusia. Terlepas dari peran pemerintah untuk menanggulangi benyebaran pandemi, beberapa langkah mandiri juga muncul dari beberapa lini anak negeri untuk membantu negara mengentaskan masalah pandemi.

Forum Mahasiswa Alumni Bahrul 'Ulum (FORMABU) yang berangkat dari sektor santri tak luput melakukan aksi atau tindakan nyata dalam membantu negara. FORMABU yang dalam hal ini merupakan sebuah organisasi ekstra kampus yang notabene tidak ada basic apapun yang mengarah kepada dunia kesehatan dan ekonomi, tetap berusaha untuk membantu polemik yang sedang melanda negeri. Atas dasar dari salah satu tri dharma perguruan tinggi yang menyebutkan bahwa seorang mahasiswa harus melakukan pengabdian kepada masyarakat. Juga atas dasar FORMABU yang berangkat dari rahim ibu yang sama, yaitu rahim Pesantren Bahrul 'Ulum, maka meminjam kalimat dari Sekretaris Jenderal FORMABU, seduluri Intan Budiana Putri, mengatakan bahwa perlu adanya tindakan berupa pengamalan atas kodrat manusia yang Hablun Min An-Nas atau hubungan manusia dengan manusia yang lain, serta upaya untuk mencegah Halaka atau kerusakan dengan cara Hifdun An-nas atau menjaga diri dengan cara mematuhi ulul amri dalam hal ini adalah pemerintah.
Atas beberapa landasan tanggung jawab itulah, FORMABU mengadakan aksi galang dana melalui media daring dan mengusung gerakan dengan tagar #donasidarirumah. Aksi galang dana tersebut tercatat dimulai sejak tanggal 01-15 April 2020. Dengan memanfaatkan para anggotanya yang tersebar hampir diseluruh Indonesia, FORMABU dengan gencar melakukan aksi galang melalui media daring. Dalam proses pengumpulan dana, FORMABU tak luput dari segala kendala yang melanda. Salah satu kendala adalah kesibukan kegiatan dari tiap anggota dan pengurus harian FORMABU itu sendiri. Kegiatan aksi galang ini mendapatkan respon yang baik dari Ikatan Keluarga Alumni Bahrul 'Ulum (IKABU) dan dari Pondok Pesantren Bahrul 'Ulum Tambakberas Jombang selaku pengayom dari para alumni mahasiswa ini. Sehingga dalam prosesnya tak jarang beberapa alumni yang menduduki kursi pemerintahan menggelontorkan sumbangan yang tidak sedikit, hingga pada akhirnya dana yang terkumpul berhasil menyentuh nominal yang tidak sedikit. Selain menerima sumbangan dalam bentuk nominal uang, FORMABU juga menerima sumbangan berupa alat penunjang kesehatan atau alat pelindung diri, dan itupun juga mendapatkan jumlah yang tidak sedikit.
Dana dan APD yang telah terkumpul tersebut kemudian disalurkan ke beberapa lembaga pemerintah maupun beberapa organisasi kemasyarakatan yang telah bekerja sama dengan FORMABU sebelumnya. 'Untuk mempermudah penyaluran dan pendistribusian, juga sebagai tindakan mematuhi protokol kesehatan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah', kata Ketua Umum FORMABU, Haka Ahmadia ketika ditanya akan alasannya bekerja sama dengan beberapa elemen masyarakat. Beberapa lembaga yang disaluri bantuan diantaranya adalah RSUD Jombang, Fatayat NU Jombang, serta Masjid Agung Jombang. Ketiganya diharapkan menjadi kepanjangan tangan dari FORMABU dalam hal penyaluran bantuan APD untuk masyarakat dan tenaga kesehatan. Sehingga hasil dari penggalangan dana tersebut bisa tersalurkan secara optimal.
Jika dilihat dari visi dan tujuan organisasi, FORMABU tidak memiliki satupun visi yang mengarah kepada ranah medis. Namun, jika berbicara tentang pandemi yang mendatangi negeri, alangkah sempitnya jika kita menganggap persoalan ini hanya sebatas persoalan kesehatan semata. Pandemi ini lebih mengarah kepada persoalan kemanusiaan. Sebab, tidak bisa dipungkiri, berapa banyak masyarakat yang perekonomiannya terganggu akibat pandemi ini, berapa banyak buruh yang terkena PHK atau pemotongan upah, dan berapa banyak masyarakat yang merenggut nyawa akibat keterbatasan alat pelindung diri. Terlepas dari beberapa landasan tanggung jawab yang telah dijabarkan diatas tadi, FORMABU pada dasarnya telah menunaikan bhaktinya. Tidak hanya sebagai santri, bukan juga sebagai mahasiswa, namun lebih dari itu, landasan yang paling surgawi dan dapat diterima oleh akal sehat kita semua adalah kita manusia yang simpati terhadap manusia lainnya.
Tidak ada yang patut disalahkan atas datangnya pandemi ini. Semua orang agaknya tidak mengharapkan pandemi ini menjamah negeri. Pun orang-orang yang beberapa hari terakhir masih mangkir dari himbauan pemerintah untuk tidak keluar rumah, mereka tidak bersalah, mereka hanya berusaha memenuhi kebutuhannya sebagai manusia. Jika boleh meminjam petuah dari Albert Camus bahwa 'Sesungguhnya manusia tidak sama sekali bersalah, karena ia tidak memulai sejarah. Tapi juga tidak sama sekali tanpa salah, karena ia meneruskan sejarah.' Pada akhirnya secara keseluruhan, apapun golongan kita, apapun gelar kita, kita hanyalah manusia. Manusia yang tetap harus menengadah ke langit, namun tidak pernah lupa menginjak tanah. Tidak pernah lupa akan kodratnya sebagai manusia yang bersosial.


Wahyu F. Pribadi S.H
 (Dem.Ketua Umum Formabu 2018-2020)
Reactions

Posting Komentar

0 Komentar

Ad Code

Responsive Advertisement