Ticker

6/recent/ticker-posts

Menjaga Tradisi Organisasi Melalui Konferensi



Menjaga Tradisi Organisasi Melalui Konferensi
1.1 Acara Sidang Pleno ke-5: Pembahasan Sidang Komisi B
Konferensi Komisariat (KONFERKOM) UIN Maulana Malik Ibrahim kembali membuka tikar persidangan. Acara formal tahunan yang bertempat di Balai Desa Mastrip desa Wadung kecamatan Pakisaji, kab. Malang tersebut mendebarkan beberapa anggota HIMMABA UIN Maulana Malik Ibrahim khususnya angkatan 2015. “Calon ketua terpilih harus angkatan 2015. Dan calon anggota kepengurusan komisariat diambil dari angkatan 2015” tutur Ketua Pelaksana, Galih Wicaksono. Acara yang dilaksanakan pada tanggal 24-26 Februari 2017 tersebut menjadi acara penting untuk komisariat UIN Maulana Malik Ibrahim karena menjadi sejarah lengsernya kepengurusan komisariat periode 2016/2017 dan akan mengangkat ketua dan pengurus komisariat periode 2017/2018.

Sebagai acara yang formal dan penting untuk pembangunan komisariat ke depan, harusnya kontribusi anggota dan panitia bisa maksimal. Sayangnya, kontribusi panitia dan anggota terkikis. “Dari panitia yang ikut serta dalam acara hanya 40% saja” keluh Ketua Pelaksana. Keikutsertaan mahasiswa baru (MABA) UIN Maulana Malik Ibrahim masih dibilang minim juga. Banyak MABA UIN Maulana Malik Ibrahim yang masih awam tentang HIMMABA, apalagi KONFERKOM. “Kemarin kehadiran MABA UIN hanya 7 orang saja. Dan itu banyak yang sudah balik karena ada keperluan” tutur Galih. Panitia sendiri mengakui bahwa kurangnya komunikasi dengan anggota lainnya menjadikan kurangnya kontribusi dari anggota, terutama komunikasi dengan MABA.

Tak hanya kontribusi yang minim, kebiasaan waktu molor juga menjadi kendala dalam acara. “Pemberangkatan kloter pertama dan kedua molor. Karena kendala hujan dan menunggu yang lainnya” ujar ketua pelaksana. Dari panitia sendiri memang mengakui kemoloran lantaran menunggu anggota lainnya yang masih ada keperluan kampus. Kemoloran dari pemberangkatan tersebut mengakibatkan kemoloran pada rundown acara lainnya. “Memang acara kita molor, tetapi tidak ada pemotongan pada rundown acara.” Ujar Ketua Pelaksana.

Seiring dengan berjalannya KONFERKOM, ketua demisioner berharap pada kepengurusan yang akan terpilih di periode 2017/2018 untuk tidak melakukan kesalahan-kesalahan tahun lalu. “Harapan saya singkat saja, semoga kepengurusan tahun ini tidak melakukan kesalahan-kesalahan tahun lalu. Dan semoga saja mereka bisa menjadikan kepengurusan saya menjadi bahan evaluasi untuk ke depannya” ujar ketua demisioner, sedulur Dendi Abdul Nasir.

Menjaga Tradisi Organisasi Melalui Konferensi
1.2 Peserta Konferkom ke-XVIII di sela-sela ISHOMA
Terpilih sebagai ketua HIMMABA Komisariat UIN Maulana Malik Ibrahim sedulur M. Farih Al Fawaid, dalam Konferkom ke-XVIII dengan 22 suara. Sedulur Farih mengungguli 3 calon ketua lainnya yang masing-masing mendapatkan 5 suara untuk sedulur Galih, sedulur Zakky 4 suara dan sedulur Hamim 2 suara. Sebagai ketua terpilih  Komisariat UIN Maulana Malik Ibrahim, Mohammad Farih Al Fawaid, telah menyiapkan visi misi tersendiri untuk HIMMABA UIN Maulana Malik Ibrahim ke depan. “Visi saya yakni menjalin kekeluargaan di HIMMABA agar tercapai semua tujuan dalam berorganisasi. Adapun misinya yaitu menyelaraskan kerukunan pada setiap anggota HIMMABA, mengkader para kader agar mempunyai tingkat intelektual yang luas dan keahlian dalam berorganisasi.” Ujar Mahasiswa jurusan PAI tersebut. Melihat mirisnya kontribusi anggota HIMMABA UIN Maulana Malik Ibrahim dalam setiap kegiatan, Farih sudah menyiapkan jurus tersendiri untuk mendekatkan diri pada anggota HIMMABA. “Pastinya saya harus merangkul anggota HIMMABA khususnya MABA dengan berbagai cara. Kondisional saja dalam pendekatan dengan mereka. Terus, perlahan-lahan saya akan memasukkan Ke-HIMMABA-an agar mereka menyadari betapa pentingnya kontribusi mereka di HIMMABA” ujar Farih. Satu lagi, Bapak Komisariat UIN periode 2017/2018 ini memiliki harapan yang singkat yaitu mencapai progres-progres HIMMABA UIN Maulana Malik Ibrahim dengan maksimal dan semua progresnya bisa lancar. (Aisha Fajri)
Reactions

Posting Komentar

0 Komentar

Ad Code

Responsive Advertisement